Pembinaan dan Edukasi para Warga SH Terate Rayon Dolokgede
dilakukan pengurus untuk lebih melakukan kepelatihan dengan cara mendidik Bahasa
jawa adalah ngemong.
Di tahun 2026 telah terjadi dua kali peristiwa yang menimpa
adik adik siswa yang belajar silat di SH terate Rayon Dolokgede Ranting
Tambakrejo, Cabang Bojonegoro, Jawa Timur dengan kondisi tulang retak akibat
kelalian warga yang belum mempunyai jiwa mendidik.
Hal tersebut terjadi pada siswa Tingkat hijau dengan
kejadian sambung dan Latihan Training Camp yang di programkan oleh Ranting dan
Rayon untuk memunculkan bibit -bibit altlit pencak silat terbaik.
Sejumlah warga dan pengurus di kumpulkan di tempat Latihan
rutin untuk diberikan Edukasi dan pemahaman tentang kepelatihan dan aturan yang
telah di tetapkan oleh Pusat,Cabang, Ranting maupun Rayon SH Terate.
Ketua Rayon, Muhammad ali, menghimbau bagi seluruh warga
yang hadir dan ingin ikut melatih adik adik siswa harus taat dan tunduk pada
peraturan yang sudah di tetapkan oleh pusat Madiun.
Etika Kepelatihan warga di wajibkan izin terlebih dahulu
kepada Koordinator pelatih tetap yang telah di bentuk dan di sahkan oleh Ranting
setempat sebagai orang yang paling bertangungjawab dalam kepalatihan.
Maka dari hal tersebut, Muhammad ali, selaku ketua rayon
mengintruksikan kepada semua warga yang hadir dalam pelatihan rutin tidak boleh
melatih tanpa se izin Koordinator kepelatihan.
Masa depan adik- adik siswa tidak hanya di SH Terate saja, tetapi banyak yang di bersekolah juga dll, maka para pelatih harus mempunyai sikap yang bijaksana
dalan melatih agar tidak menjadikan siswa siswi kita mengalami cidera fatal dan mengkibatkan
kegagalan cita- cita masa depanny, Ungkap Ketua Rayon SH Terate, saat memberikan pembinaan
dan edukasi kepelatihan di balai desa dolokgede,sabtu malam,16 agustus 2026.

